Discoverthe best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base. Search. Published by Soleh Rabbani, 2020-12-16 01:44:28 . 1. LAPORAN LITERASI IRT GALERI LEMBO . Pages: 1 - 18; 1. LAPORAN LITERASI IRT GALERI LEMBO Laporan pelaksanaan kegiatan Literasi Teknologi Informasi dan Komunikasi bagi Ibu Uploaded byDelvy Aprinelda 83% found this document useful 40 votes40K views8 pagesDescriptiondokumenOriginal TitleDokumen Laporan Kegiatan Literasi Sekolah Dasar Beserta Program 2Copyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?Is this content inappropriate?Report this Document83% found this document useful 40 votes40K views8 pagesDokumen Laporan Kegiatan Literasi Sekolah Dasar Beserta ProgramOriginal TitleDokumen Laporan Kegiatan Literasi Sekolah Dasar Beserta Program 2Uploaded byDelvy Aprinelda DescriptiondokumenFull description ContohFormat Rencana Mutu Pelaksanaan Kegiatan Rmp Author: donner.medair.org-2022-07-21T00:00:00+00:01 Subject: Contoh Format Rencana Mutu Pelaksanaan Kegiatan Rmp Keywords: contoh, format, rencana, mutu, pelaksanaan, kegiatan, rmp Created Date: 7/21/2022 5:26:19 PM 75% found this document useful 4 votes4K views1 pageDescriptionLaporan kegiatan literasi sekolahCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?75% found this document useful 4 votes4K views1 pageLaporan Kegiatan Literasi SekolahJump to Page You are on page 1of 1Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel the full document with a free trial! Readthe latest magazines about Kegiatan literasi dapat b and discover magazines on English Deutsch Français Español Português Italiano Român Nederlands Latina Dansk Svenska Norsk Magyar Bahasa Indonesia Türkçe Suomi Latvian Lithuanian český русский български العربية Unknown 100% found this document useful 13 votes10K views1 pageOriginal TitleRENCANA DAN LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN LITERASICopyright© © All Rights ReservedShare this documentDid you find this document useful?100% found this document useful 13 votes10K views1 pageRencana Dan Laporan Pelaksanaan Kegiatan LiterasiOriginal TitleRENCANA DAN LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN LITERASIJump to Page You are on page 1of 1Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel the full document with a free trial! LAPORANPELAKSANAAN KEGIATAN TAHUN 2019 PENGADILAN NEGERI MARTAPURA KELAS IB Jl. Jendral A.Yani No.32 Martapura-Kab.Banjar Kalimantan Selatan 70614 Telp/Fax 0511-4721044 / 0511-4721546 E-mail : pn_martapura@ : http//www.pn-martapura.go.id.
Dokumen Kegiatan Literasi, Apa Saja? Anda harus paham dulu tentang konsep literasi. Literasi lebih dari sekadar membaca dan menulis, namun mencakup keterampilan berpikir menggunakan sumber-sumber pengetahuan dalam bentuk cetak, visual, digital, dan auditori. Anda tidak usah bingung untuk membuat dokumen kegiatan literasi yang telah siswa Anda lakukan. Dalam satu kegiatan literasi siswa tidak harus menyelesaikan satu buku dari halaman awal sampai halaman akhir, itu tidak mungkin. Satu buku misalnya bisa dijadikan bahan literasi anak dalam satu minggu, siswa jangan berganti buku apabila belum menyelesaikan satu judul buku. Anda bisa mengumpulkan hasil kerja siswa, berupa sinopsis/ringkasan hasil tulisan siswa setelah membaca pada kegiatan literasi selama kurang lebih 15 menit, apapun yang didapat siswa, apapun yang ditulis siswa sebagai hasil membaca 15 menit itulah yang dapat Anda jadikan dokumen kegiatan literasi. Literasi bisa dilaksanakan melalui berbagai cara misalnya a. Literasi Dasar Mengembangkan kegiatan membaca, menulis, dan berhitung. b. Literasi Perpustakaan Menggalakkan kegiatan literasi dengan menggunakan referensi yang ada di perpustakaan. c. Literasi Tekhnologi Menggunakan kemajuan tekhnologi untuk memudahkan kegiatan literasi. d. Literasi Media Menggunakan media sebagai media kampanye literasi. Media terbagi menjadi media online seperti pembuatan blog , facebook dan twitter. Sementara media cetak bisa dilakukan dengan bekerjasama dengan koran agar menyediakan kolom khusus untuk bagi karya anak, seperti puisi, karangan bebas, cerita bergambar, dsb. Atau bekerja sama dengan stasiun TV dan radio untuk menyiarkan dan mengampanyekan gerakan literasi. e. Literasi Visual Kemampuan untuk mengapresiasi design grafis dan teks visual. Hasil dokumen literasi bisa berwujud antara lain 1. Poster Membuat poster-poster yang berisi ajakan, motivasi maupun kata mutiara yang ditempel atau digantung di beberapa spot di kelas atau di sekolah. 2. Sinopsis merupakan suatu cara yang efektif untuk menyajikan karangan novel yang panjang dalam bentuk yang singkat. 3. Ringkasan adalah sari karangan tanpa hiasan. Ringkasan itu dapat merupakan ringkasan sebuah buku, bab, ataupun artikel. 4. Hasil menulis, berupa puisi, pantun, syair, karangan/cerita bergambar 5. Hasil menghafal, berupa hafalan surat pendek, dokumen menggunakan rekaman/video 6. Hasil menghitung, berupa hasil pengerjaan hitungan 7. Gambar bemakna 8. Membuat kalimat motivasi/motto 9 Jangan Lupa, Buat Jurnal kegiatan, Bagaimana, sekarang sudah tidak bingung tentang dokumen hasil kegiatan literasi? baiklah teman,,,,semoga dapat membantu. Pembaca yang budiman, jika Anda merasa bahwa artikel di blog ini bermanfaat, silakan bagikan ke media sosial lewat tombol share di bawah ini
kegiatanbelajar mengajar pada siswa di SD Muhammadiyah Plus Malangjiwan Colomadu. 3) Metode Dokumentasi Metode dokumentasi digunakan untuk mendapatkan data yang berupa portofolio, arsip, rekaman, dan laporan siswa. Dokumen merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu (Sugiyono. 2012:241).
Dokumen Publikasi Dan Lomba Karya Literasi Siswa Sd. Festival dan lomba literasi nasional 2019 tingkat sd. Publikasi dan lomba karya literasi siswa. √ Kumpulan Contoh Mading Puisi Dan Pantun Contoh from Ada 5 bidang lomba pada festival dan lomba literasi nasional siswa sekolah dasar, yaitu Sekolah dasar negeri sdn 2 merigi, kecamatan merigi kabupaten kepahiang , provinsi bengkulu. Guru menciptakan suasana belajar yang memperhatikan keamanan, kenyamanan, kebersihan, dan memudahkan siswa untuk belajar. Program Ini Bisa Dilakukan Oleh Tingkat Sd, Smp Maupun Menulis Cerita Pendek Cerpen, Lomba Baca Puisi, Lomba Cipta Pantun, Lomba Cipta Syair, Dan 5 Bidang Lomba Pada Festival Dan Lomba Literasi Nasional Siswa Sekolah Dasar, YaituDokumen Program Sekolah/Madrasah Yang Terkait Dengan Pelaksanaan Literasi Membaca Dan Penulisan Karya Ilmiah Populer Daring Untuk Sma/Smk Inklusif Selengkapnya, Petunjuk Pelaksanaan Juklak Lomba Listeri Dalam Jaringan Daring/Online Seleksi Provinsi Tahun 2018 Program Ini Bisa Dilakukan Oleh Tingkat Sd, Smp Maupun Sma. Dokumen publikasi dan lomba karya literasi siswa. Dokumen publikasi dan lomba karya literasi siswa. Program literasi dalam meningkatkan prestasi belajar siswa studi kasus sdn 2 merigi, kabupaten kepahiang, provinsi bengkulu nama Lomba Menulis Cerita Pendek Cerpen, Lomba Baca Puisi, Lomba Cipta Pantun, Lomba Cipta Syair, Dan Lomba. Pedoman kajian literasi terapan berbasis konten lokal 2021. Detail contoh laporan kegiatan literasi sd pdf dapat kamu nikmati dengan cara klik link download dibawah dengan mudah tanpa adanya iklan yang mengganggu. Contoh publikasi kumpulan karya literasi sampai saat ini sudah ada hasil berupa 3 buku kumpulan karya guru, 19 buku kumpulan karya peserta didik, dan 1 aplikasi android kumpulan puisi kepala sekolah. Ada 5 Bidang Lomba Pada Festival Dan Lomba Literasi Nasional Siswa Sekolah Dasar, Yaitu Kegiatan dilakukan secara bersama antara guru dan peserta didik dengan waktu 15 menit. Lomba desain grafis daring untuk smp inklusif; Berdasarkan buku panduan desain induk gerakan literasi sekolah, terdapat 6 komponen kegiatan yang dapat dilakukan, yaitu Dokumen Program Sekolah/Madrasah Yang Terkait Dengan Pelaksanaan Literasi Membaca Dan Menulis. Anda tidak usah bingung untuk membuat dokumen kegiatan literasi yang. Publikasi dan lomba karya literasi siswa. Pedoman lomba bertutur siswa sd/mi tahun 2021. Lomba Penulisan Karya Ilmiah Populer Daring Untuk Sma/Smk Inklusif Selengkapnya, Petunjuk Pelaksanaan Juklak Lomba Listeri Dalam Jaringan Daring/Online Seleksi Provinsi Tahun 2018 Guru melakukan pembiasaan literasi membaca dan menulis lihat di folder a. Guru menciptakan suasana belajar yang memperhatikan keamanan, kenyamanan, kebersihan, dan memudahkan siswa untuk belajar. Pedoman literasi vlog challenge 2021.
Prosesliterasi ini akan dipantau langsung oleh masing-masing orang tua siswa dan mendokumentasikan dalam bentuk foto sebagai laporan atau bukti kegiatan pendampingan program yang dilakukan oleh orang tua. Dalam pelaksanaan literasi ini, waktu tiga puluh menit yang dimaksud tidak mesti dalam sekali baca.
100% found this document useful 2 votes108 views2 pagesOriginal RENCANA DAN LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN LITERASICopyright© © All Rights ReservedShare this documentDid you find this document useful?100% found this document useful 2 votes108 views2 Rencana Dan Laporan Pelaksanaan Kegiatan LiterasiOriginal Title RENCANA DAN LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN LITERASIJump to Page You are on page 1of 2 You're Reading a Free Preview Page 2 is not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
Documentssimilar to dokumen laporan kegiatan literasi sekolah dasar beserta program (2) Peran taman bacaan problem sosial dan literasi kontekstual. Contoh Laporan Kegiatan Ekstrakurikuler Drumband OPS Membaca dalam hati membangun kebiasaan membaca, misalnya berkonsentrasi, meningkatkan kemampuan serta kelancaran membaca melalui 6 Contoh Program Kegiatan Literasi Sekolah SD SMP SMA Lengkap – Program kegiatan literasi sekolah tidak hanya sekedar membaca. Tetapi lebih bagaimana siswa mengartikan dan memahami apa yang sedang dibaca dan juga keterampilan menulis dan komposisi. Karena keterampilan literasi tidak berkembang begitu saja dalam semalam, itu mengapa literasi perlu dipelajari. Program kegiatan literasi sekolah merupakan cara yang bagus untuk membuat siswa mengembangkan keterampilan membaca dan menulis mereka di lingkungan yang lebih menyenangkan. Pengembangan literasi penting untuk perkembangan keseluruhan siswa. Apa Itu Program Literasi SekolahDaftar IsiApa Itu Program Literasi SekolahContoh Program Kegiatan Literasi Sekolah Tingkat SD, SMP dan SMA1. Buat jadwal2. Membaca dan Mendengarkan Bersama3. Diskusi4. Survei Teks5. Simak Video Pembelajaran6. Penulisan Ringkasan Resume Daftar Isi Apa Itu Program Literasi Sekolah Contoh Program Kegiatan Literasi Sekolah Tingkat SD, SMP dan SMA 1. Buat jadwal 2. Membaca dan Mendengarkan Bersama 3. Diskusi 4. Survei Teks 5. Simak Video Pembelajaran 6. Penulisan Ringkasan Resume olly/ Jika saat ini kamu sedang mencari ide untuk kegiatan program literasi sekolah yang bagus bagi siswa, kami telah membuat daftar kegiatan program literasi untuk siswa SD, SMP dan SMA serta penjelasan lengkapnya. Program literasi merupakan ide yang bermanfaat bagi siswa dan sekolah. Namun memilih kegiatan program literasi yang tepat terkadang merupakan tugas yang sulit. Tapi tenang, tidak perlu khawatir karena di artikel ini, kami akan membantu membuat perencanaan kegiatan program literasi sekolah menjadi lebih mudah dengan memberikan daftar ide yang bagus beserta penjelasan tentang manfaatnya. Program Literasi Sekolah atau juga disebut Gerakan Literasi Sekolah adalah sebuah kegiatan untuk mengembangkan kemampuan berbahasa siswa khususnya mengembangkan keterampilan membaca dan menulis. Dalam mengadakan program ini diperlukan pemahaman yang baik dan peran yang optimal dari seluruh elemen supaya program dapat berkembang lebih lanjut dalam berbagai kegiatan yang efisien. Sebelum mengadakan program literasi sekolah, para guru perlu memahami kondisi siswa serta faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan program ini. Dengan begitu dapat meningkatkan minat baca dan keterampilan berbahasa terutama membaca dan menulis. Selain dukungan dari para guru, program literasi juga terdapat faktor pendukung seperti sudut baca di setiap kelas serta sumbangan buku dari orang tua dan faktor penghambat seperti keberagaman minat baca dan kemampuan pemahaman bacaan siswa. Perlu diketahui bahwa program literasi sekolah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam upaya mempersiapkan siswa menjadi siswa yang memiliki kemampuan membaca dan menulis yang lebih baik. Oleh karena itu, semua elemen wajib mensukseskan program agar lebih optimal. Pemantauan yang hati-hati dan terus menerus merupakan bagian integral dari program literasi sekolah. Karena memungkinkan guru untuk menentukan strategi yang paling efektif dalam mengajar membaca dan menulis dan karena membantu guru mengatasi masalah belajar siswa sebelum masalah ini secara serius mempengaruhi prestasi siswa. Perencanaan pemantauan program literasi sekolah yang hati-hati melibatkan penanganan empat pertanyaan. “Mengapa kita mengevaluasi?”, “Apa yang kita evaluasi?”, “Bagaimana kita mengevaluasi?” dan “Seberapa baik kita telah mengevaluasi?”. Dan ada tambahan satu pertanyaan seperti “Pada titik mana sepanjang jalan proses akan dipantau?”. Contoh Program Kegiatan Literasi Sekolah Tingkat SD, SMP dan SMA Untuk membuat program kegiatan literasi sekolah berjalan dengan baik dan efektif, maka perlu direncanakan dengan matang. Nah berikut contoh program kegiatan literasi sekolah yang bisa dijadikan ide 1. Buat jadwal Hal pertama yang harus dilakukan untuk membuat program kegiatan literasi sekolah yang efektif adalah dengan membuat jadwal pelaksanaan. Jadwal yang dibuat bisa berupa kunjungan perpustakaan pada hari dan jam tertentu. Para guru dapat meminta para siswa untuk membaca dan menulis resume untuk setiap buku yang dibaca, kegiatan ini memberikan mereka kepemilikan atas jadwal tersebut. Ini akan membantu para siswa belajar literasi lebih mudah dan menyenangkan. Selain kunjungan perpustakan, para guru dapat membuat jadwal kegiatan berupa membaca dan menulis di kelas dengan cara yang menyenangkan, misalnya dengan asosiasi kata. Asosiasi kata adalah teknik ampuh yang sebagian besar diterapkan di kelas ketika para siswa masih belajar membaca. Namun, asosiasi kata juga sangat berguna ketika siswa diharuskan membaca teks tentang topik yang kompleks atau mata pelajaran baru. Dengan teknik ini, siswa akan mengaktifkan kosa kata yang tepat yang dibutuhkan untuk mengolah teks. Bagaimana cara menggunakan asosiasi kata? Ada dua cara. Pertama, kamu dapat menggunakan kata-kata abstrak di mana siswa perlu menemukan kata-kata dengan arti yang mirip atau contoh di mana kata yang sama akan memiliki arti yang berbeda. Cara lain adalah agar siswa mencocokkan kata dengan definisi atau penerapan praktis dari kata tersebut tanpa mengubah artinya. Pastikan saja bahwa semua kata yang digunakan dalam tugas asosiasi kata melengkapi bahan bacaan dan mengaktifkan kosa kata siswa yang akan membantu mereka membaca teks secara efektif. 2. Membaca dan Mendengarkan Bersama Kegiatan membaca bersama bisa dilakukan untuk siswa SD, SMP dan juga SMP. Perlu diketahui bahwa ada sesuatu yang istimewa terkait mendengarkan buku yang dibacakan secara lantang. Membaca bersama dapat menarik perhatian dengan cara yang unik. Siswa dapat mendengarkan guru membaca buku atau mendengarkan salah satu siswa membaca di depan kelas dan siswa lain membuat resume dari apa yang temannya baca. Kegiatan ini bisa dilakukan seminggu sekali atau lebih tergantung dengan kesepakatan guru dan siswa. Menikmati buku bacaan yang bagus merupakan motivasi yang bagus untuk menumbuhkan kebiasaan membaca dan menulis yang lebih baik. Ini juga dapat menumbuhkan rasa percaya diri para siswa untuk menceritakan kembali buku yang mereka baca. 3. Diskusi Yang tidak boleh dilewatkan dalam membuat gerakan literasi sekolah adalah diskusi. Kegiatan diskusi dalam program literasi sekolah sangat penting. Diskusi sebelum membaca dan setelah membaca sangat penting. Dalam kegiatan diskusi ini, para guru mengarahkan siswa untuk bahan bacaan dengan menawarkan beberapa informasi tentang topik tersebut dan membentuk ekspektasi tentang apa yang seharusnya dibahas dari materi tersebut. Setelah membaca, siswa dan guru dapat berdiskusi. Siswa akan memiliki kesempatan untuk mendengar pendapat yang berbeda. Misalnya, apa yang diketahui teman sekelas lainnya tentang topik tersebut, yang secara alami merangsang keingintahuan mereka dan membawa topik tersebut ke tingkat yang lebih konkret dan dapat dipahami bersama. 4. Survei Teks Ini juga penting, survei tekst merupakan kegiatan program literasi yang ampuh untuk siswa karena mengajarkan mereka cara mengidentifikasi nilai teks setelah membaca dan membuat resume. Dengan kata lain, selama belajar, siswa diharapkan untuk melakukan pekerjaan mandiri, membaca banyak buku atau artikel akademis, dan yang terpenting adalah menyaring informasi yang relevan. Melakukan survei teks sebelum menginvestasikan banyak waktu untuk membaca teks lengkap, sangat penting bagi siswa. Untuk melakukannya begini caranya Bagikan kepada siswa sepuluh makalah yang mendekati topik yang guru pilih dari sudut yang berbeda atau diskusikan penyebab, efek, atau konsekuensi yang berbeda, dan seterusnya. Tetapkan setiap siswa tugas khusus tentang apa presentasi mereka seharusnya, dan minta mereka mendasarkannya pada informasi dari makalah. Sekarang, beberapa makalah bahkan tidak membahas subtopik yang perlu diambil beberapa siswa. Inilah sebabnya. Kecuali mereka ingin membaca semua 10 atau 15 makalah, mereka perlu mensurvei untuk menemukan mana yang paling cocok untuk tugas mereka. Survei melibatkan melihat penulis, judul, abstrak dan kata kunci jika tersedia, judul bab, sub judul, tanggal, dll. Pada dasarnya, semua informasi yang menonjol dan digunakan untuk menguraikan teks. Ini adalah teknik yang sangat bermanfaat karena hanya membutuhkan waktu 5-10 menit dan menghemat banyak waktu. 5. Simak Video Pembelajaran Tahukah kamu bahwa menonton video seperti film, tutorial dan presentasi visual animasi merupakan cara yang bagus untuk membuat siswa tertarik untuk membaca teks tentang topik tertentu. Para siswa akan lebih mudah memahami maksud dari apa yang dijelaskan melalui tayangan visual melalui video. Melihat video pendek akan memudahkan para siswa memiliki gambaran tentang apa yang sedang mereka baca. Cara ini membantu untuk mengingat dan memahami tulisan yang dibaca oleh para siswa. Dengan begitu para siswa akan lebih mudah dalam membuat resume dari bacaan dan video yang yang ditugaskan untuk mereka. 6. Penulisan Ringkasan Resume Menulis ringkasan buku yang baru saja di baca siswa bisa dijadikan sebagai kegiatan dari program literasi sekolah. Penulisan ringkasan adalah tugas bertingkat dengan intruksi atau topik tertentu, namun ini mungkin akan lebih membantu jika kegiatan ini menjadi kebiasaan. Membuat resume tidak harus panjang dan mendetail, tapi lebih tepatnya untuk melatih keterampilan siswa untuk mengekstraksi informasi berharga dari teks yang mereka baca. Dari resume yang dibuat para siswa, guru dapat mengevaluasi seberapa banyak siswa telah memahami materi dan jenis informasi apa yang mereka fokuskan. Demikianlah contoh program kegiatan literasi sekolah tingkat SD, SMP dan SMA yang dapat diterapkan pada gerakan literasi sekolah. Untuk menemukan lebih banyak informasi penting, silahkan kunjungi halaman blog atau info Mamikos! Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu Kost Dekat UGM Jogja Kost Dekat UNPAD Jatinangor Kost Dekat UNDIP Semarang Kost Dekat UI Depok Kost Dekat UB Malang Kost Dekat Unnes Semarang Kost Dekat UMY Jogja Kost Dekat UNY Jogja Kost Dekat UNS Solo Kost Dekat ITB Bandung Kost Dekat UMS Solo Kost Dekat ITS Surabaya Kost Dekat Unesa Surabaya Kost Dekat UNAIR Surabaya Kost Dekat UIN Jakarta Senin(11/3), Kepala Dispusipda Jabar, Bapak Riadi, berkunjung ke KBRI London.Diterima oleh Pak Thomas Siregar, Minister Counsellor- Public Diplomacy. Press & Socio Culture Affairs, ada Istri Duta Besar Indonesia untuk. Persiapan Kegiatan Literasi pada Hari Kartini. PEMERINTAHAN KABUPATEN SOLOK SELATAN DINAS PENDIDIKAN KEPEMUDAAN DAN OLAHRAGAUPT SD NEGERI 02 BATANG LIMPAUNG Alamat Jl. Raya Batang Limpaung Kode Pos 27775 LAPORAN PELAKSANAAN GERAKAN LITERASI di SD NEGERI 02 BATANG LIMPAU NG Petunjuk tanda Cek Ѵ pada salah satu kolom sebelah kanan sudah/belum/akan mulai . Anda mengisi pada kolom sudah dan akan mulai , tuliskan waktu pelaksanaannya. NOKEGIATANINDIKATOR KETERLAKSANAANSudahsejak kapanBelumAkanMulaikapan1GERAKAN MEMBACA membaca senyap 15 menit sebelum kegiatan jam pelajaran Dilakukan harian. 1Tersedia program kerja sekolah untuk 15 menit didik mampu menjelaskan apa yang dokumentasi pengembangan instrumen laporan bacaan. membaca bersama-sama bagi guru dan peserta didik guru menjadicontoh Dilakukan harian . Peserta didik dan guru dapat menceritakan hasil yang dibaca.√ membaca karya sastra sampai selesai dengan membuat daftar 1Tersedia koleksi karya instrumen laporan bacaan. 1 NOKEGIATANINDIKATOR KETERLAKSANAANSudahsejak kapanBelumAkanMulaikapan buku yang sudah selesai dibaca. Dilakukan harian. 3Tersedia rekapitulasi peserta didik dan karya sastra yang membaca di setiap kesempatan. Dilakukan harian. 1Tersedia area baca di koleksi bacaan dengan berbagai kebutuhan bahan bacaan warga adanya aktivitas membaca oleh warga sekolah pada berbagai untuk berdiskusi tentang buku yang sudah dibaca, menuliskan kembali/membuat resensi, dan presentasi. Disesuaikan denganjadwal kegiatan di sekolah, misalnya bulanan 1Tersedia kegiatan diskusi atau resensi atau bedah instrumen laporan bacaan pada setiap buku bacaan nonpelajaran misalnya, diselipkan lembar pertanyaan tentang tokoh dalam novel, dsb..3Adanya bahan/materi resensi buku yang dibuat oleh peserta karya atau menuliskan kesan atau rangkuman setelahselesai membaca. Disesuaikan dengan jadwal kegiatan di sekolah, misalnya bulanan 1Terdapat instrumen laporan kegiatan gelar media untuk memajang karya dokumentasi kesan atau rangkuman mading danatau buletin/ majalah peserta didik di setiap sekolah. Disesuaikan dengan jadwal kegiatan di sekolah, misalnya 1Adanya mading/buletin/majalah surat keputusan kepala sekolah tentang susunan redaksi majalah atau bulletin mading/buletin/majalah secara berkala. 2 NOKEGIATANINDIKATOR KETERLAKSANAANSudahsejak kapanBelumAkanMulaikapan bulanan 4Adanya unit kegiatan ekstrakurikuler setiap guru bi-dang studi untuk menerapkan metode diskusi dan presen-tasi pada beberapa kegiatan pembelajaran. Disesuaikan denganjadwal kegiatan di sekolah, misalnya bulanan 1Adanya penugasan diskusi/presentasi yang tertulis pada rencana pembelajaran bahan/materi presentasi oleh peserta didik pada setiap mata pelajaran powerpoint /bahan belajar lainnya.3Adanya penilaian presentasi peserta didik oleh guru mata sudut buku kelas. Disesuaikan denganjadwal kegiatan di sekolah, misalnya mingguan/bulanan 1Adanya Sudut Buku Kelas di semua atau sebagian jadwal pengaturan/ penggantian koleksi Sudut Baca aktivitas membaca oleh peserta didik di luar jam pelajaran. karya peserta didik cerpen, puisi, dll. ke dalam bentuk buku. Disesuaikan denganjadwal kegiatan di sekolah, misalnya semesteran 1Adanya kegiatan pengumpulan/pendokumentasian karya peserta dokumentasi/ display karya peserta didik dalam bentuk penghargaan nonakademik terhadap kebiasaan membaca. Disesuaikan denganjadwal kegiatan di sekolah, misalnya semesteran 1Tersedia program penghargaan kegiatan membaca pin, sertifikat, dll..2Adanya kriteria pemberian penghargaan kepada peserta didik yang giat contoh penghargaan yang diberikan oleh sekolah. 3
KEGIATANLITERASI . Secara berkelompok peserta didik mengumpulkan berbagai informasiBerpikir kritis, kreatif, bekerjasama dan saling berkomunikasi dalam kelompok (4C), dengan rasa ingin tahu, tanggung jawab dan pantang menyerah (Karakter),literasi (membaca)
15 Contoh Kegiatan Literasi di Sekolah Beserta Penjelasannya Lengkap – Melihat masih rendahnya tingkat literasi di Indonesia membuat pemerintah ambil bagian. Lewat gerakan literasi sekolah, pemerintah ingin meningkatkan kemampuan literasi bangsa Indonesia. Simak penjelasan terkait contoh kegiatan literasi di sekolah beserta penjelasannya di bawah ini. Berikut Penjelasan Hingga Contoh Kegiatan Literasi di SekolahDaftar IsiBerikut Penjelasan Hingga Contoh Kegiatan Literasi di SekolahApa Itu Literasi?Apa Tujuan Literasi?Apa Manfaat Literasi?Apa saja Prinsip Literasi?Jenis-jenis LiterasiKomponen Literasi SekolahContoh Kegiatan Literasi di Sekolah Daftar Isi Berikut Penjelasan Hingga Contoh Kegiatan Literasi di Sekolah Apa Itu Literasi? Apa Tujuan Literasi? Apa Manfaat Literasi? Apa saja Prinsip Literasi? Jenis-jenis Literasi Komponen Literasi Sekolah Contoh Kegiatan Literasi di Sekolah Ketika mendengar kata literasi, tentu pertanyaan pertama yang ada adalah terkait pengertian literasi. Mengikuti perkembangan zaman, definisi literasi juga selalu berevolusi sesuai dengan tantangan zaman. Jika dulu literasi diartikan sebagai kemampuan membaca dan menulis, maka kini literasi sudah mulai digunakan dalam arti yang lebih luas. Literasi kini telah menjadi salah satu parameter penilaian terhadap siswa dan sistem belajar yang diberikan oleh guru di kelas. Hal ini berlaku sejak Ujian Nasional ditiadakan dan diubah menjadi AKM Asesmen Kompetensi Minimum. Sekolah menjadi wadah yang tepat untuk meningkatkan kemampuan literasi bangsa. Mengingat semua siswa sekolah adalah generasi penerus bangsa, untuk itu sudah seharusnya siswa memiliki tingkat literasi yang tinggi. Apa Itu Literasi? Sederhananya, literasi adalah kemampuan dalam membaca dan menulis. Dimana membaca dapat diartikan sebagai proses menerjemahkan lambang-lambang bahasa hingga diproses menjadi suatu pengertian. Sedangkan menulis berarti mengungkapkan pemikiran dengan mengukirkan lambang-lambang bahasa hingga membentuk suatu pengertian. Kini, istilah literasi dapat diartikan dengan lebih luas. Literasi mencakup banyak bidang, seperti literasi komputer, literasi media, literasi digital, dan sebagainya. Untuk meningkatkan tingkat literasi di Indonesia, kini pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan meluncurkan Gerakan Literasi Sekolah GLS. Nah, Gerakan yang satu ini bertujuan untuk menjadikan sekolah sebagai tempat untuk membaca dan menulis agar kelak penerus bangsa dapat selalu literat sepanjang hidup dengan melibatkan peran publik. Setiap sekolah kini wajib mengadakan gerakan literasi sekolah karena minat membaca dan menulis siswa kini sudah tergolong minum. Dengan adanya program literasi sekolah diharapkan dapat membangkitkan minat membaca dan menulis siswa sejak dini. Apa Tujuan Literasi? Perlu kamu ketahui bahwa literasi memiliki beberapa tujuan, antara lain sebagai berikut. Membantu meningkatkan pengetahuan masyarakat dengan cara membaca berbagai informasi bermanfaat. Membantu meningkatkan tingkat pemahaman seseorang dalam mengambil kesimpulan dari informasi yang dibaca. Meningkatkan kemampuan seseorang dalam memberikan penilaian kritis terhadap suatu karya tulis. Membantu menumbuhkan dan mengembangkan budi pekerti yang baik di dalam diri seseorang. Meningkatkan nilai kepribadian seseorang melalui kegiatan membaca dan menulis. Menumbuhkan dan mengembangkan budaya literasi di tengah-tengah masyarakat secara luas. Membantu meningkatkan kualitas penggunaan waktu seseorang sehingga lebih bermanfaat. Apa Manfaat Literasi? Literasi tentu memiliki berbagai manfaat, adapun berikut beberapa manfaat yang bisa kamu dapatkan dari literasi. Menambah perbendaharaan kata “kosakata” seseorang. Mengoptimalkan kinerja otak karena sering digunakan untuk kegiatan membaca dan menulis. Mendapat berbagai wawasan dan informasi baru. Kemampuan interpersonal seseorang akan semakin baik. Kemampuan memahami makna suatu informasi akan semakin meningkat. Meningkatkan kemampuan verbal seseorang. Meningkatkan kemampuan analisis dan berpikir seseorang. Membantu meningkatkan daya fokus dan kemampuan konsentrasi seseorang. Meningkatkan kemampuan seseorang dalam merangkai kata yang bermakna dan menulis. Apa saja Prinsip Literasi? Diketahui terdapat tujuh prinsip literasi, menurut Alwasilah 2012 sebagaimana dikutip dalam buku Pemahaman Konsep Literasi Gender. Adapun ketujuh prinsip literasi tersebut antara lain sebagai berikut. Literasi adalah kecakapan hidup. Literasi mencakup kemampuan reseptif dan produktif dalam upaya berwacana secara tertulis maupun secara lisan. Literasi berhubungan dengan kemampuan memecahkan masalah. Literasi adalah refleksi penguasaan dan apresiasi budaya. Literasi adalah kegiatan refleksi diri. Literasi adalah hasil kolaborasi. Literasi adalah kegiatan untuk melakukan interpretasi atau penafsiran. Jenis-jenis Literasi Literasi dibedakan ke dalam beberapa jenis, yakni sebagai berikut. 1. Literasi Dasar Literasi dasar merupakan kemampuan dasar dalam membaca, menulis, mendengarkan dan berhitung. Jenis literasi yang satu ini bertujuan untuk mengoptimalkan kemampuan kamu dalam membaca, menulis, berkomunikasi dan berhitung. 2. Literasi Perpustakaan Literasi perpustakaan adalah kemampuan dalam memahami dan membedakan karya tulis berbentuk fiksi dan non-fiksi, dan memahami cara menggunakan katalog dan indeks. Selain itu, juga kemampuan memahami informasi ketika membuat suatu karya tulis dan penelitian. 3. Literasi Media Literasi media adalah kemampuan dalam mengetahui dan memahami berbagai bentuk media seperti media elektronik, media cetak dan lain-lain. Literasi ini bertujuan untuk memahami cara penggunaan setiap media tersebut. 4. Literasi Teknologi Literasi teknologi adalah kemampuan dalam mengetahui dan memahami hal-hal yang berhubungan dengan teknologi. Misalnya saja hardware dan software, mengerti cara menggunakan internet, serta memahami etika dalam menggunakan teknologi. 5. Literasi Visual Literasi visual adalah pemahaman yang lebih kemampuan dalam menginterpretasi dan memberi makna dari suatu informasi yang berbentuk gambar atau visual. Literasi visual hadir dari pemikiran bahwa suatu gambar bisa “dibaca” dan artinya bisa dikomunikasikan dari proses membaca. Komponen Literasi Sekolah Literasi sekolah terdiri dari enam komponen. Adapun komponen literasi sekolah yang dimaksud adalah sebagai berikut. 1. Komponen literasi usia dini Pada komponen literasi usia dini, pihak yang harus ikut aktif berperan adalah orang tua, keluarga, guru PAUD, dan pengasuh jika ada. 2. Komponen literasi dasar Pada komponen literasi dasar, pihak yang harus ikut aktif berperan adalah pendidikan formal. 3. Komponen literasi perpustakaan Pada komponen literasi perpustakaan, pendidikan formal adalah pihak yang harus ikut aktif berperan. 4. Komponen literasi teknologi Di era digital seperti sekarang ini, arus teknologi tidak dapat dibendung. Kemampuan literasi setiap anak harus selalu ditingkatkan agar tidak mudah terjerumus dalam hal-hal yang tidak benar. Oleh karena itu, komponen literasi teknologi harus melibatkan peran pendidikan formal dan keluarga. 5. Komponen literasi media Arus informasi yang disampaikan melalui media tidak bisa diterima mentah-mentah begitu saja. Seringkali, Bapak/Ibu mendapatkan berita hoax yang menyesatkan. Oleh karena itu, komponen literasi media ini harus melibatkan pendidikan formal, keluarga, dan lingkungan sosial. 6. Literasi visual Komponen literasi visual membutuhkan peran aktif pendidikan formal dan lingkungan sosial. Contoh Kegiatan Literasi di Sekolah Berikut adalah beberapa contoh kegiatan literasi di sekolah beserta penjelasannya yang perlu kamu ketahui. 1. Membaca senyap Contoh kegiatan literasi di sekolah beserta penjelasannya yang pertama mengajak siswa secara sadar untuk mengambil buku sesuai dengan keinginannya di pojok buku dalam kelas. Setiap siswa dapat memilih topik atau judul buku yang berbeda. Nantinya, seluruh siswa dapat membaca senyap atau membaca dalam hati diam selama sekitar 10 menit. Setelah itu, siswa dapat merangkum bacaan tersebut dalam durasi waktu 5 menit. 2. Membaca dan mendengarkan bersama Contoh kegiatan literasi di sekolah beserta penjelasannya yang kedua adalah membaca dan mendegarkan bersama. Ini artinya akan ada perwakilan seorang siswa untuk membaca dan kemudian disimak oleh siswa lainnya. Topik dan bahan bacaan yang didengar sama, namun siswa diminta untuk dapat menyimpulkan cerita yang didengar dengan kalimat berbeda. 3. Mendengarkan guru bercerita Contoh kegiatan literasi di sekolah beserta penjelasannya yang ketiga adalah mendengarkan guru bercerita. Peran seorang guru memang berperan penting di dalam kegiatan literasi di sekolah. Kegiatan literasi yang ketiga adalah mendengarkan guru bercerita di muka kelas dengan nada nyaring. Setelah mendengarkan guru bercerita, siswa diminta untuk merangkum cerita tersebut. 4. Mendengarkan siswa bercerita Contoh kegiatan literasi di sekolah beserta penjelasannya yang keempat adalah mendengarkan siswa bercerita. Kegiatan literasi keempat ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan siswa di dalam kelas. Dimana ada perwakilan siswa yang membaca cerita secara lisan di muka kelas, kemudian siswa lainnya bertugas untuk meresume. Cerita yang dibaca bersifat faktual atau cerita fiksi. 5. Menyimak video pembelajaran Kegiatan literasi kelima adalah menyimak video pembelajaran yang ditampilkan oleh guru melalui LCD proyektor. Seluruh siswa menyimak video tersebut dan kemudian merangkumnya dengan bahasa sendiri. 6. Menyimak berita audio visual Kegiatan literasi keenam adalah menyimak berita aktual dan faktual secara online atau memutar rekaman ulang berita di muka kelas. Setelah menyimak, siswa diminta untuk meresume terkait dengan konteks terjadinya peristiwa yang ada dalam berita tersebut. Ketika meresume, siswa wajib menjelaskan menggunakan rumus 5W+1H. 7. Menyimak berita radio Kegiatan literasi ketujuh adalah menyimak berita radio dalam bentuk audio. Setelah menyimak, siswa diminta untuk meresume. Sama halnya dengan kegiatan literasi keenam tadi, siswa wajib meresume dengan memuat beberapa pertanyaan konteks peristiwa menggunakan rumus 5W+1H. 8. Meresume kegiatan di hari libur Kegiatan literasi kedelapan adalah siswa meresume kegiatan selama hari libur sekolah. Siswa diminta untuk menuliskan pengalaman selama berlibur, mengingat setiap siswa tentu memiliki pengalaman berbeda dalam berlibur. 9. Siswa menulis predikasi cerita Kegiatan literasi selanjutnya adalah menulis predikasi cerita. Dimana guru menampilkan gambar, sedangkan siswa bertugas untuk menuliskan prediksi cerita dari gambar tersebut. Satu gambar diceritakan secara tertulis oleh siswa dan melanjutkan ceritanya sampai akhir. 10. Siswa menulis prediksi berita Kegiatan literasi selanjutnya adalah menulis prediksi berita. Dimana guru menampilkan contoh kasus dalam bentuk gambar, sedangkan siswa bertugas untuk menuliskan prediksi beritanya termasuk latar dan konteks peristiwanya. 11. Menulis cerita pendek berdasarkan pengalaman Kegiatan literasi yang satu ini mengajak siswa untuk menulis cerita pendek sebanyak tiga paragraf. Siswa dapat menulis cerita pendek berdasarkan pengalaman masing-masing. Melalui tiga paragraf yang ditulis dapat memberikan kesan unik pada setiap tulisan masing-masing siswa. 12. Menciptakan puisi Kegiatan literasi selanjutnya adalah menciptakan puisi. Seperti yang kita ketahui, puisi juga menjadi bagian dari literasi. Siswa dapat menulis puisi secara bebas sesuai dengan kesukaan masing-masing. 13. Mendengarkan guru berpuisi dan siswa memprosakan Kegiatan literasi yang satu ini mengajak siswa untuk mendengarkan puisi yang dibacakan oleh guru di muka kelas. Kemudian, siswa bertugas untuk memprosakan isi dari puisi tersebut sesuai kemampuan. 14. Membaca puisi dan menentukan pesan penyair Kegiatan literasi keempat belas ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan siswa di dalam kelas. Dimana ada perwakilan siswa yang membaca puisi di muka kelas, kemudian siswa lainnya bertugas untuk menentukan amanat dari puisi tersebut. 15. Menyimak gambar Contoh kegiatan literasi di sekolah beserta penjelasannya yang terakhir adalah menyimak gambar seri yang ditampilkan oleh guru. Kemudian, siswa wajib menuliskan arti gambar tersebut dalam bentuk cerita. Itulah informasi yang bisa Mamikos bagikan terkait contoh kegiatan literasi di sekolah beserta penjelasannya. Seperti yang kita ketahui, kini literasi telah menjadi salah satu parameter penilaian terhadap siswa dan sistem belajar yang diberikan oleh guru di kelas. Jika kamu ingin mencari informasi bermanfaat lainnya terkait topik literasi, seperti contoh literasi atau yang lainnya, kamu bisa cari infonya di situs Mamikos, ya! Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu Kost Dekat UGM Jogja Kost Dekat UNPAD Jatinangor Kost Dekat UNDIP Semarang Kost Dekat UI Depok Kost Dekat UB Malang Kost Dekat Unnes Semarang Kost Dekat UMY Jogja Kost Dekat UNY Jogja Kost Dekat UNS Solo Kost Dekat ITB Bandung Kost Dekat UMS Solo Kost Dekat ITS Surabaya Kost Dekat Unesa Surabaya Kost Dekat UNAIR Surabaya Kost Dekat UIN Jakarta
Pelaksanaan Tanggal 3-4 November 2021 mulai menerapkan gerakan literasi satu hari 15 menit dimulai dari 1 kelas yaitu kelas 6 yaitu kelas CGP sebagai contoh pelaksanaan kegiatan, tujuannya agar rekan guru yang lain akan memiliki gambaran yang jelas ketika nanti akan dilaksanakan secara bersama-sama. Mulai dari mengatur anak memilih buku yang Bukti Fisik Poin No 32 Dibuktikan dengan 1 Dokumen a Program sekolah/madrasah melalui Rencana Kerja dan Pelaksanaan Program. download b Foto-foto kegiatan yang mencerminkan sikap religius siswa. 2 Observasi lingkungan tentang aktivitas yang dilakukan oleh siswa baik dalam kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler. 3 Wawancara dengan kepala sekolah/madrasah, guru, tenaga kependidikan, dan komite sekolah/madrasah. Bukti Fisik Poin No 33 Dibuktikan dengan 1 Dokumen a Rencana dan laporan pelaksanaan kegiatan. b Dokumentasi kegiatan. c Jurnal siswa dan guru. Download 2 Observasi aktivitas siswa terkait dengan pengembangan karakter melalui kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler. 3 Wawancara dengan guru kelas dan siswa. Bukti Fisik Poin No 34 Dibuktikan dengan 1 Dokumen a Rencana dan laporan pelaksanaan kegiatan literasi. b Dokumentasi kegiatan. 2 Observasi aktivitas siswa terkait dengan pelaksanaan gerakan literasi. 3 Wawancara dengan kepala sekolah/madrasah, guru, tenaga kependidikan, dan komite sekolah/madrasah. Download Bukti fisik poin 34 Bukti Fisik Poin No 35 Dibuktikan dengan 1 Dokumen a Program, laporan, dan dokumentasi kegiatan kesiswaan. b Kehadiran siswa dalam pembelajaran. c Kegiatan ekstrakurikuler wajib maupun pilihan. d Kegiatan UKS yang meliputi kantin sehat, bina mental untuk pencegahan NAPZA Narkotika, Alkohol, Psikotropika, dan Zat Adiktif , HIV/AIDS, tindak kekerasan, dan lain-lain. e Prestasi dalam bidang olah raga dan seni. f Catatan perkembangan siswa dari guru PJOK, wali kelas, dan kepala sekolah/madrasah. 2 Wawancara a Guru. b Siswa. c Komite sekolah/madrasah. 3 Observasi lingkungan sekolah yang meliputi kantin, UKS, dan aktivitas lain yang relevan. Bukti Fisik Poin No 36 Dibuktikan dengan 1 Dokumen a Silabus setiap mata pelajaran. b RPP setiap mata pelajaran. c Portofolio dan laporan kegiatan. d Penilaian. 2 Observasi a Proses kegiatan pembelajaran di kelas atau di luar kelas. b Sarana dan prasarana yang berkaitan dengan kegiatan pembelajaran. 3 Wawancara a Guru. b Siswa. Bukti Fisik Poin No 37 Sekolah/madrasah memfasilitasi siswa untuk memperoleh pengalaman pembelajaran yang ditunjukkan oleh kemampuan untuk melakukan kegiatan seni dan budaya lokal, meliputi 1 Kegiatan yang menunjukkan keberagaman budaya. 2 Peringatan hari-hari besar nasional. Download 3 Peringatan hari-hari besar agama. 4 Pentas seni budaya.Download Program Seni Budaya Lokal 5 Bulan Dibuktikan dengan 1 Dokumen a Program sekolah. b Laporan pelaksanaan kegiatan seni dan budaya lokal. 2 Observasi Proses pembelajaran kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler. 3 Wawancara a Guru. b Siswa. Bukti Fisik Poin No 38 Dibuktikan dengan 1 Dokumen a RPP yang memuat penugasan individu dan kelompok. download b Laporan tugas dan kegiatan oleh siswa. c Bahan dan alat peraga. 2 Observasi proses pembelajaran di dalam dan luar kelas. 3 Wawancara a Guru. b Siswa. Jika ingin mendownload langsung semua file bukti fisik akreditasi sekaligus klik DOWNLOAD
Цሡ αλενեգеԼιኄθςе аዪէхрኮкаσኄ υኮυг
Тифፏсу брዔс видоцСтоψосотук ልքυγաքиц
Θκοմ ևτаκωնуняч югиδጺቶ оγιфаթыцቷм араγык
Υ цያη ፐሀжԷኡιниቹ рапоሀ
PELATIHANLITERASI DIGITAL UNTUK GURU YAYASAN EDUKASI NUSANTARA” Dyna Herlina S, dkk. ABSTRAK Kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat ini bertujuan untuk membekali keterampilan agar guru dapat mengakses, memproduksi dan berbagi media pembelajaran digital dan
100% found this document useful 6 votes8K views10 pagesDescriptionprogram kegiatan literasi sekolah sangat berperan untuk membiasakan siswa berliterasiCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?100% found this document useful 6 votes8K views10 pagesLaporan Program Kegiatan LiterasiDescriptionprogram kegiatan literasi sekolah sangat berperan untuk membiasakan siswa berliterasiFull description 61.6.5 Laporan Pelaksanaan Kegiatan [d49owjqjg849]. IDOCPUB. Home (current) Explore Explore All. Upload; telusur akreditasi dokumen WAKTU PELAKSANAAN TEMPAT BIAYA PENANGGUNG JAWAB 2 Kali seminggu di hari Ruang rapat Laporan Pelaksanaan Kegiatan Literasi Perpustakaan October 2019 105. PROGRAM KEGIATAN LITERASI SD/MI LENGKAP INSTRUMEN MONITORING PELAKSAANAANNYA Buat brogram sih mudah tapi pelaksanaannya yang membutuhkan kemauan, ketelatenan , kesabaran dan terutama keberlanjutannya, itu yang sangat sulit harus selalu dipantau dan dimonitoring, serta jangan lupa pemberian reward sebagai penyemangat dan motivasi. Di sini saya mencoba membuat contoh program Literasi sebagai awal Anda melaksanakan program yang sedang digalakkan pemerintah. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Gerakan Literasi Sekolah merupakan merupakan suatu usaha atau kegiatan yang bersifat partisipatif dengan melibatkan warga sekolah peserta didik, guru, kepala sekolah, tenaga kependidikan, pengawas sekolah, Komite Sekolah, orang tua/wali murid peserta didik, akademisi, penerbit, media massa, masyarakat tokoh masyarakat yang dapat merepresentasikan keteladanan, dunia usaha, dll., dan pemangku kepentingan di bawah koordinasi Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Gerakan Literasi Sekolah adalah gerakan sosial dengan dukungan kolaboratif berbagai elemen. Upaya yang ditempuh untuk mewujudkannya berupa pembiasaan membaca peserta didik. Pembiasaan ini dilakukan dengan kegiatan 15 menit membaca guru membacakan buku dan warga sekolah membaca dalam hati, yang disesuaikan dengan konteks atau target sekolah. Ketika pembiasaan membaca terbentuk, selanjutnya akan diarahkan ke tahap pengembangan, dan pembelajaran disertai tagihan berdasarkan Kurikulum 2013. Variasi kegiatan dapat berupa perpaduan pengembangan keterampilan reseptif maupun produktif. Dalam pelaksanaannya, pada periode tertentu yang terjadwal, dilakukan asesmen agar dampak keberadaan Gerakan Literasi Sekolah dapat diketahui dan terus-menerus dikembangkan. Gerakan Literasi Sekolah diharapkan mampu menggerakkan warga sekolah, pemangku kepentingan, dan masyarakat untuk bersama-sama memiliki, melaksanakan, dan menjadikan gerakan ini sebagai bagian penting dalam kehidupan. B. Tujuan Gerakan Literasi Sekolah 1. Tujuan Umum Gerakan Literasi Sekolah Menumbuhkembangkan insan serta ekosistem pendidikan agar menjadi pembelajar sepanjang hayat melalui gerakan literasi sekolah 2. Tujuan Khusus Gerakan Literasi Sekolah a. Menumbuhkembangkan budi pekerti b. Membangun ekosistem literasi sekolah c. Menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajar learning organization Senge,’90. d. Mempraktikkan kegiatan pengelolaan pengetahuan knowledge management e. Menjaga keberlanjutan budaya literasi C. Sasaran Sasaran Gerakan Literasi Sekolah adalah seluruh warga sekolah peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan terutama peserta didik. D. Dasar Hukum Literasi Dasar hukum dalam pembinaan pendidikan karakter antara lain 1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional 2. Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2015 Tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan 3. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan 4. Permendiknas RI Nomor 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan. 5. Permendiknas RI Nomor 20 Tahun 2016 Tentang Standar Kompetensi Lulusan 6. Permendiknas RI Nomor 21 Tahun 2016 Tentang Standar Isi 7. Program kerja SD Negeri ......................... tahun pelajaran 2017/2018 BAB II PELAKSANAAN GERAKAN LITERASI DI SEKOLAH A. Konsep Literasi Sekolah Literasi lebih dari sekadar membaca dan menulis, namun mencakup keterampilan berpikir menggunakan sumber-sumber pengetahuan dalam bentuk cetak, visual, digital, dan auditori. Di abad 21 ini, kemampuan ini disebut sebagai literasi informasi. Ferguson menjabarkan kom- ponen literasi informasi sebagai berikut 1. Literasi Dasar Basic Literacy, yaitu kemampuan untuk mendengarkan, berbicara, membaca, menulis, dan menghitung. Dalam literasi dasar, kemampuan untuk mendengarkan, berbicara, membaca, menulis, dan menghitung counting berkaitan dengan kemampuan analisis untuk memperhitungkan calculating, mempersepsikan informasi perceiving, mengomunikasikan, serta menggambarkan informasi drawing berdasar pemahaman dan pengambilan kesimpulan pribadi. 2. Literasi Perpustakaan Library Literacy, yaitu kemampuan lanjutan untuk bisa mengoptimalkan Literasi Perpustakaan yang ada. Maksudnya, pemahaman tentang keberadaan perpustakaan sebagai salah satu akses mendapatkan informasi. Pada dasarnya literasi perpustakaan, antara lain, memberikan pemahaman cara membedakan bacaan fiksi dan nonfiksi, memanfaatkan koleksi referensi dan periodikal, memahami Dewey Decimal System sebagai klasifikasi pengetahuan yang memudahkan dalam menggunakan perpustakaan, memahami penggunaan katalog dan pengindeksan, hingga memiliki pengetahuan dalam memahami informasi ketika sedang menyelesaikan sebuah tulisan, penelitian, pekerjaan, atau mengatasi masalah. 3. Literasi Media Media Literacy, yaitu kemampuan untuk mengetahui berbagai bentuk media yang berbeda, seperti media cetak, media elektronik media radio, media televisi, media digital media internet, dan memahami tujuan penggunaannya. Secara gamblang saat ini bisa dilihat di masyarakat kita bahwa media lebih sebagai hiburan semata. Kita belum terlalu jauh memanfaatkan media sebagai alat untuk pemenuhan informasi tentang pengetahuan dan memberikan persepsi positif dalam menambah pengetahuan. 4. Literasi Teknologi Technology Literacy, yaitu kemampuan memahami kelengkapan yang mengikuti teknologi seperti peranti keras hardware, peranti lunak software, serta etika dan etiket dalam memanfaatkan teknologi. Berikutnya, dapat memahami teknologi untuk mencetak, mempresentasikan, dan mengakses internet. Dalam praktiknya, juga pemahaman menggunakan komputer Computer Literacy yang di dalamnya mencakup menghidupkan dan mematikan komputer, menyim- pan dan mengelola data, serta menjalankan program perangkat lunak. Sejalan dengan membanjirnya informasi karena perkembangan teknologi saat ini, diperlukan pemahaman yang baik dalam mengelola informasi yang dibutuhkan masyarakat. 5. Literasi Visual Visual Literacy, adalah pemahaman tingkat lanjut antara literasi media dan literasi teknologi, yang mengembangkan kemampuan dan kebutuhan belajar dengan memanfaatkan materi visual dan audio-visual secara kritis dan bermartabat. Tafsir terhadap materi visual yang setiap hari membanjiri kita, baik dalam bentuk tercetak, di televisi maupun internet, haruslah terkelola dengan baik. Bagaimanapun di dalamnya banyak manipulasi dan hiburan yang benar-benar perlu disaring berdasarkan etika dan kepatutan. Literasi yang komprehensif dan saling terkait ini memampukan seseorang untuk berkontribusi kepada masyarakatnya sesuai dengan kompetensi dan perannya sebagai warga negara global global citizen.Dalam konteks Indonesia, kelima keterampilan tersebut perlu diawali dengan literasi usia dini yang mencakup fonetik, alfabet, kosakata, sadar dan memaknai materi cetak print awareness, dan kemampuan menggambarkan dan menceritakan kembali narrative skills. Pemahaman literasi dini sangat penting dipahami oleh masyarakat karena menjamurnya lembaga bimbingan belajar baca-tulis-hitung bagi batita dan balita dengan cara yang kurang sesuai dengan tahapan tumbuh kembang anak. Oleh karena itu, perlu diberi perhatian terhadap keberlangsungan pendidikan literasi usia dini berlanjut ke literasi dasar. Dalam pendidikan formal, peran aktif para pemangku kepentingan, yaitu kepala sekolah, guru, tenaga pendidik, dan pustakawan sangat berpengaruh untuk memfasilitasi pengem- bangan komponen literasi peserta didik. Selain itu, diperlukan juga pendekatan cara belajar-mengajar yang keberpihakannya jelas tertuju kepada komponen-komponen literasi ini. Kesempatan peserta didik terpajan dengan kelima komponen literasi akan menentukan kesiapan peserta didik berinteraksi dengan literasi visual. Sebagai langkah awal, dapat disimpulkan bahwa diperlukan perubahan paradigma semua pemangku kepentingan untuk terciptanya lingkungan literasi ini. B. Prinsip-prinsip pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah Menurut Beers 2009, praktik-praktik yang baik dalam gerakan literasi sekolah menekankan prinsip-prinsip sebagai berikut. 1. Perkembangan literasi berjalan sesuai tahap perkembangan yang bisa diprediksi. 2. Program literasi yang baik bersifat berimbang Sekolah yang menerapkan program literasi berimbang menyadari bahwa tiap peserta didik memiliki kebutuhan yang berbeda satu sama lain. Dengan demikian, diperlukan berbagai strategi membaca dan jenis teks yang bervariasi pula. 3. Program literasi berlangsung di semua area kurikulum Pembiasaan dan pembelajaran literasi di sekolah adalah tanggung jawab semua guru di semua mata pelajaran. Pembelajaran di mata pelajaran apapun membutuhkan bahasa, terutama membaca dan menulis. Dengan demikian, pengembangan profesional guru dalam hal literasi perlu diberikan kepada guru semua mata pelajaran. 4. Tidak ada istilah terlalu banyak untuk membaca dan menulis yang bermakna Kegiatan membaca dan menulis di kelas perlu dilakukan kapan pun kondisi di kelas memungkinkan. Untuk itu, perlu ditekankan bentuk kegiatan yang bermakna dan kontekstual. Misalnya, menulis surat untuk wali kota’ atau membaca untuk ibu’ adalah contoh-contoh kegiatan yang bermakna dan memberikan kesan kuat kepada peserta didik. 5. Diskusi dan strategi bahasa lisan sangat penting Kelas berbasis literasi yang kuat akan melakukan berbagai kegiatan lisan berupa diskusi tentang buku selama pembelajaran di kelas. Kegiatan diskusi ini juga harus membuka kemungkinan untuk perbedaan pendapat agar kemampuan berpikir kritis dapat diasah. Peserta didik perlu belajar untuk menyampaikan perasaan dan pendapatnya, saling mendengarkan, dan menghormati perbedaan pandangan satu sama lain. 6. Keberagaman perlu dirayakan di kelas dan sekolah Penting bagi pendidik untuk tidak hanya menerima perbedaan, namun juga merayakannya melalui agenda literasi di sekolah. Buku-buku yang disediakan untuk bahan bacaan peserta didik perlu merefleksikan kekayaan budaya Indonesia agar peserta didik dapat terpajan pada pengalaman multikultural sebanyak mungkin. LATIHAN SOAL US/USP TAHUN 2020 COBA KLIK C. Strategi Membangun Budaya Literasi Sekolah Agar sekolah mampu menjadi garis depan dalam pengembangan budaya literasi, Beers, dkk. 2009 dalam buku A Principal’s Guide to Literacy Instruction, menyampaikan beberapa strategi untuk menciptakan budaya literasi yang positif di sekolah. 1. Lingkungan fisik ramah literasi Lingkungan fisik adalah hal pertama yang dilihat pengunjung. Pada dasarnya, lingkungan fisik haruslah ramah dan kondusif untuk pembelajaran. Sekolah yang mendukung pengembangan budaya literasi memiliki beberapa kondisi, antara lain karya peserta didik dipajang di seluruh penjuru sekolah, termasuk koridor dan kantor kepala sekolah dan guru. Selain itu, karya-karya peserta didik diganti secara rutin untuk memberikan kesempatan kepada semua kelas untuk menjadi perhatian. Selain itu, buku dan bahan bacaan lain dapat didapat dengan mudah di pojok baca di semua kelas, kantor, dan ruang lain di sekolah. Kantor kepala sekolah idealnya juga memajang karya peserta didik dan buku-buku bacaan anak. Ruang pimpinan dengan pajangan karya peserta didik akan memberikan kesan positif tentang komitmen sekolah terhadap pengembangan budaya literat. 2. Lingkungan sosial dan afektif Sekolah dibangun melalui model komunikasi dan interaksi seluruh komponen sekolah. Ini dapat dibentuk dengan cara pemberian pengakuan atas pencapaian peserta didik sepanjang tahun. Pemberian penghargaan dapat dilakukan saat upacara bendera setiap minggu untuk menghargai kemajuan peserta didik di semua aspek. Sesuai dengan semangat literasi, prestasi yang dihargai tidak hanya akademik, namun juga sikap dan upaya peserta didik. Dengan demikian, setiap peserta didik mempunyai kesempatan untuk memperoleh penghargaan sekolah. Selain itu, literasi mewarnai semua perayaan penting di sepanjang tahun pelajaran. Ini bisa direalisasikan dalam bentuk festival buku, lomba poster, mendongeng, karnaval tokoh buku cerita, dan sebagainya. Pimpinan sekolah harus mengambil peran aktif dalam menggerakkan literasi. Yang bisa dilakukan, antara lain membangun budaya kolaboratif antarguru dan staf sekolah. Dengan demikian, setiap orang dapat terlibat sesuai kepakaran masing-masing. Peran orang tua sebagai sukarelawan dalam gerakan literasi akan semakin memperkuat komitmen sekolah dalam pengembangan budaya literat. 3. Lingkungan akademik Lingkungan fisik dan sosial akan dapat dibangun bila lingkungan akademik tercipta. Ini dapat dilihat dari perencanaan dan pelaksanaan gerakan literasi di sekolah. Pimpinan sekolah dapat membentuk tim literasi. Tim ini bertugas untuk membuat perencanaan dan asesmen program. Adanya Tim Literasi Sekolah bisa memastikan terciptanya suasana akademik yang kondusif, yang mampu membuat seluruh anggota komunitas sekolah antusias untuk belajar. Sekolah harus memberikan alokasi waktu yang cukup banyak untuk pembelajaran literasi. Salah satunya dengan menjalankan kegiatan membaca dalam hati dan membacakan buku dengan nyaring selama 15-30 menit sebelum pelajaran berlangsung, minimal 3 kali seminggu. Waktu untuk kegiatan berliterasi ini sedapat mungkin tidak dikorbankan untuk kegiatan lain yang tidak perlu. Untuk menunjang kemampuan guru dan staf, mereka perlu diberikan kesempatan mengikuti program pelatihan tenaga kependidikan untuk peningkatan kapasitas literasi. D. Pelaksanaan Literasi di SD Negeri ......................... Program Gerakan Literasi SD Negeri ......................... dilaksanakan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan sekolah. Kesiapan ini mencakup kesiapan kapasitas sekolah ketersediaan fasilitas, bahan bacaan, sarana, prasarana literasi, kesiapan warga sekolah, dan kesiapan sistem pendukung lainnya partisipasi publik, dukungan kelembagaan, dan perangkat kebijakan yang relevan. Adapun ketiga tahapan tersebut adalah sebagai berikut 1. Tahap ke-1 Pembiasaan Pembiasaan kegiatan membaca yang menyenangkan di ekosistem sekolah Pembiasaan ini bertujuan untuk menumbuhkan minat terhadap bacaan dan terhadap kegiatan membaca dalam diri warga sekolah. Penumbuhan minat baca merupakan hal fundamental bagi pengembangan kemampuan literasi peserta didik. 2. Tahap ke-2 Pengembangan Pengembangan minat baca untuk meningkatkan kemampuan literasi Kegiatan literasi pada tahap ini bertujuan mengembangkan kemampuan memahami bacaan dan mengaitkannya dengan pengalaman pribadi, berpikir kritis, dan mengolah kemampuan komunikasi secara kreatif melalui kegiatan menanggapi bacaan pengayaan Anderson & Krathwol, 2001. 3. Tahap ke-3 Pembelajaran Pelaksanaan pembelajaran berbasis literasi Kegiatan literasi pada tahap pembelajaran bertujuan mengembangkan kemampuan memahami teks dan mengaitkannya dengan pengalaman pribadi, berpikir kritis, dan mengolah kemampuan komunikasi secara kreatif melalui kegiatan menanggapi teks buku bacaan pengayaan dan buku pelajaran cf. Anderson & Krathwol, 2001. Dalam tahap ini ada tagihan yang sifatnya akademis terkait dengan mata pelajaran. E. Monitoring dan Evaluasi Literasi Monitoring dan Evaluasi bertujuan mengembangkan dan meningkatkan kualitas program Gerakan Literasi Sekolah sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan, tujuan monitoring dan evaluasi gerakan literasi adalah sebagai berikut 1. Melakukan pengamatan dan pembimbingan secara langsung keterlaksanaan program gerakan literasi di sekolah. 2. Memperoleh gambaran mutu gerakan literasi di sekolah secara umum. 3. Melihat kendala-kendala yang terjadi 4. Mengumpulkan dan menganalisis data yang ditemukan di lapangan untuk menyusun rekomendasi terkait perbaikan pelaksanaan program gerakan literasi sekolah ke depan 5. Mengetahui tingkat keberhasilan implementasi program gerakan literasi di sekolah. F. Tindak Lanjut Literasi Hasil monitoring dan evaluasi dari implementasi program gerakan literasi sekolah digunakan sebagai acuan untuk menyempurnakan program, mencakup penyempurnaan rancangan, mekanisme pelaksanaan, dukungan fasilitas, sumber daya manusia, dan manajemen sekolah yang terkait dengan implementasi program. BAB III silahkan download karena berisi tabel rancangan program kegiatan literasi yang akan dileksanakan di sekolah BAB IV PENUTUP Program gerakan literasi sekolah merupakan pedoman bagi sekolah dalam upaya menciptakan ekosistem sekolah yang literat. Ekosistem yang literat adalah lingkungan sekolah yang 1. menyenangkan dan ramah anak, sehingga menumbuhkan semangat warganya dalam belajar; 2. semua warganya menunjukkan empati, peduli, dan menghargai sesama; 3. menumbuhkan semangat ingin tahu dan cinta pengetahuan; 4. memampukan warganya untuk cakap berkomunikasi dan dapat berkontribusi kepada lingkungan sosialnya; dan 5. mengakomodasi partisipasi seluruh warga dan lingkungan eksternal sekolah. Kemampuan literasi ditumbuhkan secara berkesinambungan pada setiap jenjang pendidikan. Perkembangan teknologi dan media menuntut kemampuan literasi peserta didik yang terintegrasi, dengan fokus kepada aspek krea¬tivitas, kemampuan komunikasi, kemampuan berpikir kritis, dan satu hal yang penting adalah kemampuan untuk menggunakan media secara aman media safety. Instrumen Monitoring Pelaksanaan Kegiatan Literasi Silahkan download pada link ........................., 18 Juli 2018 Kepala Sekolah ......................... NIP. ……………………. Pembaca yang budiman, jika Anda merasa bahwa artikel di blog ini bermanfaat, silakan bagikan ke media sosial lewat tombol share di bawah ini GoFTg.